Watak Asli Sistem Kapitalis, Mengincar Untung di Balik Bencana

                           Oleh Purwanti
                         Aktivis Dakwah


Dikutip dari www.tempo.co, 2 Januari 2026. Presiden Prabowo menyatakan pihak swasta berminat membeli material lumpur pasca bencana di Sumatera. Material yang tersebar di daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025 lalu.

Pemerintah daerah dipersilahkan untuk menjual material lumpur ke pihak swasta, agar bisa mempercepat normalisasi sungai yang dangkal akibat sedimen dari banjir dan longsor. Selain itu, pak Prabowo mengatakan pemanfaatan material lumpur dapat membantu pemasukan pemerintah daerah.

Watak Asli Sistem Kapitalis

Bencana semestinya memanggil nurani kemanusiaan. Ketika banjir dan longsor menghancurkan rumah dan masa depan, semestinya negara hadir sebagai pelindung terdepan. Namun, faktanya justru menunjukkan ironi di balik lumpur bencana ada pihak-pihak yang mengincar keuntungan.

Watak asli sistem kapitalis yang selalu membaca dengan kacamata peluang disetiap peristiwa termasuk tragedi. Alih-alih memprioritaskan pemulihan dan perlindungan masyarakat korban bencana. Pemerintah malah mengeluarkan kebijakan yang terkesan bahwa aspek ekonomi lebih penting dibandingkan penderitaan rakyat.

Tujuan utama sistem kapitalis adalah keuntungan. Dalam sistem ini peran negara dalam mengurus urusan rakyat diperkecil. Negara hanya hadir sebagai regulator. Tanggung jawab negara perlahan dilepas dan diserahkan kepada swasta, seolah keselamatan rakyat bisa diselesaikan melalui mekanisme bisnis. Inilah wajah lepas tangan negara dalam sistem kapitalis.

Dalam menentukan kebijakan sering kali berdasarkan untung rugi. Seharusnya keselamatan dan kebutuhan pokok korban bencana menjadi prioritas utama. Namun dalam kapitalis, proyek bernilai besar lebih diutamakan karena menjanjikan keuntungan. Keselamatan rakyat akhir menjadi nomor sekian, sementara lumpur bencana justru menjadi pintu masuk proyek-proyek baru.

Penjualan lumpur kepada swasta hanya solusi yang bersifat pragmatis. Dalam hal ini harus ada aturan tegas dan jelas. Watak kapitalis menghalalkan segala cara, maka harus dibuat aturan jelas dan tegas untuk mencegah swasta melakukan eksploitasi.

Akar persoalan terletak pada tata kelola lingkungan yang buruk, kebijakan ekonomi yang eksploitatif, serta sistem politik yang tidak menjadikan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama. Ini menunjukkan kegagalan sistematik dalam sistem kapitalis.

Islam Dalam Menangani Bencana Alam

Rasulullah Saw bersabda "imam(pemimpin) adalah pengurus dan bertanggungjawab atas rakyat yang diurusnya"(HR.Bukhari dan Muslim). Di dalam Islam negara wajib bertanggungjawab penuh penanggulang bencana. Negara wajib memenuhi kebutuhan pokok, keselamatan, dan perlindungan terhadap rakyatnya.

Sistem Islam akan mendahulukan kemaslahatan masyarakat di atas kepentingan materiil. Seluruh hukum dan aturan Islam tujuannya untuk menjaga lima perkara pokok yaitu agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Dalam kelima tujuan tersebut, penjagaan jiwa menempatkan posisi manusia sangat tinggi. Artinya ketika keselamatan manusia dipertaruhkan, maka seluruh kepentingan materiil harus disingkirkan.

Sistem Islam memiliki lembaga keuangan negara yaitu Baitul Mal. Lembaga ini mengelola seluruh pemasukan dan pengeluaran negara sesuai syariat. Sumber pendapatan Baitul mal berasal dari kepemilikan umum berupa tambang dan hutan, fa'i, kharaj, jizyah, ghanimah dan anfal.

Jika terjadi bencana alam, negara wajib mengolakasikan dana dari Baitul mal untuk penyelamatan, pemenuhan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga pemulihan kehidupan rakyat terdampak. Selain itu, tidak ada alasan menunda dengan dalih prosedur atau defisit anggaran karena keselamatan rakyat adalah prioritas mutlak.

Dalam sistem Islam tambang dan hutan merupakan kepemilikan umum yang haram dikuasai oleh swasta. Negara harus mengelola sendiri dan memastikan hasil untuk kemashalatan rakyat melalui layanan publik yang berkualitas. Dengan demikian, eksploitasi berlebihan dapat dicegah dan keuntungan tidak jatuh ke tangan segelintir korporasi.

Selama sistem kapitalis masih menjadi landasan pengelolaan kehidupan, bencana akan terus berulang dan rakyat akan terus menjadi korban. Sistem Islam menawarkan solusi setiap permasalahan kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam.

Wallahualam bissawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak