Oleh : Nurfillah Rahayu
( Forum Literasi Muslimah Bogor)
Dunia tanpa kepemimpinan global saat ini telah menyebabkan umat mengalami proses kemunduran dalam berfikir.
Hal ini diakibatkan oleh masifnya serangan dari berbagai arah yang terus mengalami kedangkalan dalam berfikir sehingga menghasilkan perbuatan yang jauh dari fitrah sebagai manusia.
Esensi nilai kehidupan saat ini memperlihatkan kesenjangan yang terjadi mulai dari kesenjangan sosial, budaya, politik hingga Ekonomi.
Tidak hanya itu, terjadinya bencana dimana-mana, tindakan kriminal yang terus meningkat ditambah berbagai kesulitan hidup yang membuat umat semakin menderita sepatutnya membuka mata kita bahwa saat ini belum ada sistem pemerintahan dan kepemimpinan yang benar dalam meriayah umat.
Sistem dunia di bawah kendali Amerika Serikat dan ideologi kapitalismenya saat ini telah membuat umat Islam terjajah dan lemah karena semakin memisahkan agama dari kehidupan.
Berbagai bencana ekologis di dunia akibat keserakahan kepemimpinan Kapitalisme global terus menurus mendatangkan kerugian dan kehancuran yang berkepanjangan.
Amerika Serikatpun makin menunjukkan arogansinya dengan melakukan serangan dan ancaman ke berbagai negara di dunia termasuk Venezuela.
Venezuela adalah negara ke-6 yang dibom Amerika Serikat sejak Trump menjabat. Diurutan pertama ada Negara Somalia, Iran, Yaman, Suriah, Nigeria, dan kini Venezuela.
Penjajahan bekerja dengan konsistensi yang dingin dan terencana.
Ameria Serikat juga menggunakan berbagai cara, termasuk melakukan aneksasi ke negara lain demi menguasai sumberdaya alam mereka tanpa memperdulikan tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia.
Untuk itu pentingnya mengganti sistem yang kufur dengan sistem yang benar demi mengatasi segala problematika yang terjadi saat ini.
Dan sistem itu hanya Sistem Islam satu-satunya yang sempurna dalam mengatur kehidupan.
Karena Islam adalah mabda yang bisa menjadi modal kebangkitan dengan tegaknya kepemimpinan Islam untuk melawan hegemoni Amerika Serikat.
Sebagaimana Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang imam (pemimpin) adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya” HR. (Bukhari dan Muslim).
Hadits ini dengan jelas menekankan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang memerlukan tanggung jawab penuh. Rasulullah SAW memberikan contoh nyata bagaimana memimpin dengan keadilan, kasih sayang, dan keberanian moral yang tak tergoyahkan.
Ketika para pemimpin dunia gagal menyelesaikan berbagai persoalan global, kita diingatkan bahwa solusi sering kali terletak pada nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kepemimpinan yang adil, amanah, dan berorientasi pada kebaikan bersama bukanlah sekadar idealisme utopis, tetapi sebuah kebutuhan nyata bagi perbaikan dunia kita yang semakin penuh tantangan. Saat ini, kita jarang melihat kepemimpinan yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Banyak pemimpin yang lebih fokus pada ambisi pribadi dan keuntungan materi. Ketika dunia semakin terpecah-belah oleh kepentingan politik dan ekonomi yang sempit, penting bagi kita untuk kembali meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Kita perlu mengingat bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang melayani, bukan dilayani, tentang mengutamakan kepentingan bersama, bukan sekadar kemenangan politik.
Begitulah sosok kepemimpinan yang akan membawa keselamatan dan keberkahan bagi umat.
Inilah Islam dengan
Sistem Khilafahnya tidak hanya melindungi umat Islam, tapi juga melindungi seluruh manusia dari kedzaliman, kemungkaran, kemaksiatan, dan berbagai kerusakan/bencana.
Sebagaimana beberapa abad silam Islam pernah memimpin peradaban dunia. Terbukti kesejahteraannya dirasakan oleh seluruh unsur kehidupan. Sehingga perdamaian dunia senantiasa tercipta.
Wallahua'lam Bishshawab