Oleh: Oktavia S. Pt
(Aktivis muslimah)
Angka pernikahan di Kabupaten Karawang pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 12.555 peristiwa pernikahan, menurun dari tahun 2024 yang mencapai 12.741 peristiwa. Menurunnya angka pernikahan ini bukan hanya terjadi di satu kecamatan namun di berbagai kecamatan, angka pernikahan terendah terdapat di kecamatan Cilebar yaitu 192 kasus pernikahan (RadarKarawang, 9/01/2026).
Fenomena turunnya angka pernikahan saat ini hampir rata terjadi di seluruh daerah di Indonesia, khususnya mendera Gen Z karena dipengaruhi pola pikir yang kapitalis. Mereka memiliki kecemasan berlebihan dalam hal ekonomi harus stabil, atau harus mapan dulu, dan masih banyak lagi.
Married is Scary
Pernikahan dipandangan kalangan Gen Z begitu mengerikan, mulai dari kasus perceraian, perselingkuhan, ekonomi, KDRT, dan masih banyak lagi menjadi sebab para Gen Z enggan menikah.
Turunnya angka pernikahan ini tentu akan berdampak pada angka kelahiran yang semakin menurun serta ancaman sosial masyarakat. Manusia akan semakin individual tanpa menghiraukan orang lain.
Dampak buruk lainnya dari penurunan angka pernikahan adalah kian meningkatnya kasus perzinahan yang membudaya ditengah masyarakat. Mereka memilih untuk menjalin hubungan diluar pernikahan sebagai jalan pintas memenuhi kebutuhan seksual mereka.
Semakin miris, kebebasan yang menyebabkan kerusakan ini menjadi hasil dari ideologi kapitalisme liberal yang berhasil ditanamkan kepada kita. Daya rusak yang begitu besar harus segera disadari oleh pemerintah dan pemerintah harus segera mengambil tindakan akan hal ini.
Butuh kepedulian serius oleh pemerintah dalam menyikapi masalah ini, generasi muda takut menikah namun mudah berzina menjadi sebab rusaknya ahlak dan kesehatan reproduksi (HIV, sifilis, genore dll) pada kalangan muda.
Cara pandang kapitalisme liberalisme yang rusak harus segera di ganti dengan cara pandang yang tepat yaitu islam.
Setidaknya ada tiga lapisan yang harus diperbaiki untuk merubah cara pandang kapitalisme berubah ke cara pandang islam.
Pertama, dimulai dari individu (pemuda). Pemuda akan dibina diarahkan menjadi generasi yang unggul, mereka akan dibina untuk memahami konsep rizki maupun memahami interaksi pergaulan yang benar sesuai islam seperti apa. Diluruskan akidahnya dan dibentuk menjadi muslim/ah yang taat kepada agama.
Kedua, masyarakat. Masyarakat mempunyai andil besar dalam perubahan yang besar ini. Masyarakat akan menjadi garda terdepan sebagai sosial control jika ada individu yang berbuat salah atau maksiat. Saling mengingatkan dengan makruf untuk mencegah kepada kemungkaran.
Ketiga, pemerintah. Pemerintah adalah kunci dari perubahan yang besar ini. Pemerintah akan memastikan ide-ide liberal (Ex: pacaran, free sex, free child, FWB (Friend With Benefit), feminis, dll) tidak akan masuk ke negara. Pemerintah akan menggunakan perangkat-perangkat yang ia punya untuk menghalau ide tersebut. Selain itu, pemerintah mengarahkan rakyatnya terus mendalami dan mengamalkan syariat Islam dalam kehidupannya, termasuk dalam hal pernikahan rakyat akan difasilitasi dan didukung.
Wallahu a'lam
Tags
opini