Palestina dan Solusi yang Tak Pernah Tuntas

Oleh: Erika Febiana, A.Md.S.I.Ak


Palestina masih berjuang keras mempertahankan tanah para nabi, tanah suci umat Islam, berbagai perjanjian, berbagai kecaman tidak bisa menjadikan solusi tuntas pembebasan di tanah para nabi dari Zionis Israel.
Pasukan pendudukan Israel telah melakukan 969 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza sejak mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 (minanew.net, 29/12/2025), dan banyaknya yang syahid sejak 7 Oktober 2023 Jumlah korban tewas akibat genosida yang dilakukan zionis Israel di Jalur Gaza telah mencapai 71.269 orang, sementara 171.232 lainnya mengalami luka (antaranews.com,31/12/2025).
lantas apa solusi yang benar benar bisa membebaskan Palestina dari genosida yang dilakukan oleh zionis Israel?

Solusi PBB yang hanya Ilusi

Sebelumnya telah terjadi perjanjian gencatan senjata yang di inisiasi oleh Turki, Qatar, Amerika Serikat dan Mesir namun perjanjian hanyalah perjanjian, zionis Israel banyak melakukan pelanggaran,  pemboman terjadi di Gaza usai perjanjian gencatan diberlakukan, korban sipil yang syahid semakin bertambah, dan banyaknya bantuan tertahan di perbatasan karena tidak diizinkan memasuki Gaza oleh otoritas zionis Israel. Gencatan senjata yang berlaku hanya menjadi angin sejuk sementara untuk Palestina, dan tidak benar benar menjadi solusi.
Tidak hanya itu PBB pun mengatur untuk pembentukan keamanan internasional yang terdiri dari negeri negeri muslim termasuk Indonesia untuk memasuki Gaza dengan tugas mengambil senjata dari para pejuang hamas, lantas apakah setelah dilucutinya senjata para pejuang penderitaan Palestina akan berakhir? jawabannya sudah pasti tidak, dan itu hanya ilusi.

Nyatanya tidak hanya itu, Israel masih melancarkan aksinya dengan perluasan pembangunan hunian ilegal di wilayah Palestina, perkebunan zaitun milik warga Palestina di ambil secara paksa untuk mereka miliki dan memperluas wilayahnya, sebelumnya telah terjadi penggalian dibawah Masjidil Aqsha yang bisa mengakibatkan kerusakan pada Masjidil Aqsha, selama gencatan senjata di gaza dari pihak zionis Israel memperluas batas wilayah kuning agar warga sipil palestina tidak bisa melewati area tersebut.

Amerika Serikat yang diusung sebagai negara yang mendamaikan pun tidak memberikan solusi yang terbaik untuk palestina, justru Amerika Serikat memaksa negeri negeri muslim untuk menormalisasikan hubungan bilateral dengan zionis Israel yang disebut dengan agenda _Abraham Accords_ Sehingga memudahkan zionis Israel merealisasikan impiannya menjadi nyata yaitu pembentukan Negara Israel Raya, yang bisa menguasai ekonomi - politik dunia.

Lantas bagaimana solusi yang paling tepat untuk palestina?

Hanya Islam Solusinya

Setelah kita saksikan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap Palestina dan lemahnya peraturan internasional dalam menangani kasus genosida yang dilakukan oleh zionis Israel menyadarkan masyarakat dunia bahwa itu semua hanya solusi yang ilusi bukan solusi yang hakiki, lantas apa solusi yang benar dan nyata untuk mengakhiri genosida di tanah milik umat Islam?

Solusinya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan umat islam bersatu didalam satu institusi yaitu Islam, karena sejatinya melawan negara adidaya diperlukan negara adidaya juga untuk melawannya.

Islam bukan hanya sekedar agama ritual ibadah saja, melainkan sebuah institusi negara yang mengatur politik dan kehidupan masyarakat sesuai dengan perintah Allah swt, sebagaimana perjuangan Rasulullah Saw mendirikan negara Islam di Madinah, menerapkan Islam secara menyeluruh, lalu Rasulullah Saw membangun masyarakat Islam, dan menyiapkan militer.

 "Ketika Rasulullah saw dan para sahabat berhasil dalam dakwah dan mendirikan Negara Islam di Madinah, hati Rasulullah Saw menjadi tenang, kaum muslim juga menjadi tenang dalam agama mereka dan menjalankan kewajiban-kewajiban mereka, mereka tidak khawatir terhadap penderitaan dan tidak takut fitnah, mereka menyelesaikan berbagai urusan dengan hukum hukum Allah dan mengembalikan apa apa yang belum mereka ketahui kepada Rasulullah Saw." (dikutip dalam buku daulah islam karya Syaikh Taqiyuddin an-nabhani).

Tatkala Islam diterapkan secara menyeluruh maka kedamaian, ketenangan dan kesejahteraan akan dirasakan oleh setiap manusia, bahkan alam semesta, karena Islam rahmatan Lil alamin.

lantas apa yang harus kita lakukan?

Pertama yang harus kita lakukan adalah membebaskan pemikiran dari paham barat, belajar islam secara menyeluruh sampai paham bahwa solusi yang hakiki adalah di terapkannya Islam secara menyeluruh, karena tidak bisa suatu tanah dibebaskan sebelum dibebaskan nya pemikiran dari paham sekularisme.

_"libertion of mind before libertion of land"_
(Prof. Abdul Fattah El-Awaisi)

Wallahu a'lam bish-shawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak