New Gaza Board of Peace Kendali Total AS dan Israel

Oleh Siti Aminah


Presiden RI bergabung dengan Board of peace yang dibentuk presiden AS Donald trump, dan membayar iuran sebanyak 1 milyar dollar atau setara dengan 16.7 trilyun rupiah yang diikuti oleh Indonesia bukanlah iuran yang syarat untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian. NU Gus Yahya Dukung Prabowo Gabung Board Of Peace Palestina Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump. Kompas.com (27/01/2026) 

Amerika Serikat sudah menyiapkan pembangunan New Gaza, Amerika Serikat membentuk Dewan Perdamaian Gaza untuk mengendalikan Gaza secara total. 
Amerika Serikat dan Israel berambisi untuk menguasai Gaza dan menghilangkan jejak genosida dengan membangun New Gaza. 
Untuk memperkuat posisi kendali politik internasional Amerika Serikat dengan membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) dengan merangkul negeri-negeri muslim. 
Semua itu dilakukan sebagai siasat untuk menguasai dan mengendalikan Gaza secara total dengan dalih perdamaian dunia. 

Wilayah Gaza dan Palestina sejatinya tanah milik umat Islam yang dirampas oleh Israel. 
Allah SWT melarang umat Islam untuk tunduk patuh dan memberikan loyalitas pada negara kafir. Seharusnya umat muslim bersatu dalam satu institusi yaitu khilafah, seperti yang pernah dilakukan oleh kholifah Utsmaniyah yaitu Sultan Abdul Hamid II  yang menolak menjual Palestina kepada gerakan Zionis. Pada tahun 1896, Theodor Herzl, pendiri gerakan Zionis, meminta Sultan Abdul Hamid II untuk memberikan izin pendirian negara Yahudi di Palestina, tetapi Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas. Ia mengatakan, "Aku tidak bisa menjual tanah ini, karena bukan milikku, melainkan milik umat Islam. Mereka telah berjuang dan menumpahkan darah demi tanah ini" 

Sultan Abdul Hamid II juga membatasi imigrasi Yahudi ke Palestina dan melarang akuisisi tanah oleh orang Yahudi di wilayah tersebut. Ia bahkan menawarkan wilayah lain seperti Uganda, Siberia, dan Siprus kepada gerakan Zionis, tetapi mereka menolak dan tetap ingin mendirikan negara Yahudi di Palestina. 

Umat muslim dan penguasa dunia Islam wajib melawan semua makar AS dan Israel untuk menguasai Gaza. Mereka harusnya bersatu tidak terpecah belah seperti saat ini. 

Mengusir penjajah dan penjarah tidak bisa dengan bergabung bersama dengan musuh kaum Muslim itu sendiri,kerjasama itu malah menyakiti hati rakyat Palestina yang berusaha untuk melindungi Al Aqso dari cengkraman penjajah.

Hanya dengan menegakkan Khilafah dan jihad untuk membebaskan Palestina jihad adalah kewajiban kaum Muslim tapi tanpa khilafah kaum Muslim tidak bisa berjihad,sekarang menjadi prioritas perjuangan umat bersama partai politik islam ideologis untuk menegakkan kembali khilafah ala minhaj nubuwah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak