Kesalahan Tata Kota Picu Banjir

Oleh: Zennaisa


Hujan yang terus mengguyur kota Jakarta sejak Kamis, 22 Januari lalu memicu terjadinya banjir di beberapa daerah, bahkan sebagian wilayah yang awalnya tidak berdampak menjadi ikut tergenang akibat hujan berintesitas tinggi yang turun dalam waktu yang lama.

Gubernur DKI Jakarta Pranomo Agung menerangkan bahwa melebarnya kawasan yang terkena dampak banjir ini bukan hanya diakibatkan oleh tingginya curah hujan saja, namun juga dipengaruhi oleh lamanya hujan eksrem yang turun terus menerus.

Kemudian pemerintah juga berencana akan mengupayakan beberapa solusi untuk mengurasi dampak dari permasalahan ini yaitu adanya penambahan pompa air, memperpanjang operasi modifikasi cuaca, dan percepatan normalisasi 3 sungai untuk mengurangi resiko banjir.

Namun dapat diketahui bahwa banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya merupakan problem klasik yang berulang. Dan jika diteliti lebih lanjut, penyebab utama hal ini bukan dikarenakan oleh tingginya curah hujan melainkan karena kekeliruan tata ruang yang dimana lahan kita sudah tidak dapat menampung air. 

Paradigma kapitalistik membuat kebijakan dalam tata kelola lahan tidak lagi memperhitungkan dampak bagi lingkungannya. Solusi dari pemerintah masih bersifat pragmatis dan belum menyentuk akar permasalahannya.

Tata kelola ruang di dalam Islam akan sangat memperhatikan dampak bagi lingkungannya. Pembangunan tidak berlandaskan asas manfaat kapitalistik, namun juga mempetimbangkan kemaslahatan umat jangka panjang. Gambaran tata ruang masa Khilafah yang memperhatikan asoek kemaslahatan tidak hanya untuk manusia melainkan untuk seluruh makhluk hidup. Dengan begitu pembangunan dalam Islam akan menciptakan rahmat bagu seluruh alam, bukan musibah atau bencana.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak