Agen Pelopor Perubahan dari Ibu Ideologis Menuju Peradaban Islam Tangguh



Oleh : Atik,
Aktivis Muslimah




Momentum hari ibu, tak jarang anak-anak memberi hadiah dan ucapan selamat kepada ibu mereka. Ibu adalah sesosok malaikat tak bersayap yang turun ke bumi dengan sifat yang baik, sifat pelindung dan tentunya rumah bagi anak-anaknya. Selain itu ibu adalah Madrasatul Ula (madrasah pertama) bagi anak-anaknya.

Menjadi seorang ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk generasi ke depan, apakah menjadi generasi yang takwa atau justru generasi yang bobrok? 
Dizaman modern ini dengan sistem sekuler yang saat ini diadopsi, rintangan yang dihadapi oleh seorang ibu cukup kompleks dan berat. Rintangan ini terdiri dari serangan pemikiran dan budaya, serangan dunia digital, penerapan sistem ekonomi kapitalisme. 
Serangan pemikiran dan budaya meliputi kesetaraan gender, HAM, hingga moderasi beragama maka hal ini menjadikan peran ibu semakin melemah karena menjauhkan fitrahnya sebagai ibu. 

Ditambah serangan dunia digital yang saat ini juga banyak mengintai ibu-ibu yang mana para ibu dibuat sibuk dengan gawainya, sehingga lupa dalam mendidik anak-anaknya. Seperti saat ini, tak jarang kaum ibu yang tak mau kalah fomo dengan ikut berjoget dimedia sosial mengikuti tren kekinian, hingga tenggelam dalam dunia drakor (Drama Korea) dan dracin (Drama China) untuk mengisi waktu luangnya. 
Sehingga hal ini membuat peran ibu pelan-pelan kian memudar. 

Serangan yang tidak kalah hebat adalah penerapan sistem kapitalisme yang mana di masa sekarang seorang ibu juga terpaksa ikut membantu para ayah dalam mencari nafkah yaitu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, tentunya hal ini membuat peran ibu menjadi semakin berat. Rintangan diatas bisa diminimalisir apabila negara hadir dalam pemenuhan, pembinaan dan perlindungan untuk para ibu. 

Negara harus menyadari betul bahwa peran ibu adalah salah satu pelopor penting dalam membangun sebuah peradaban manusia. Ibu juga berperan dalam mencetak generasi pemimpin, yaitu generasi yang memiliki visi yang jelas dan arah yang jelas, menetapkan visi pendidikan bagi anak-anaknya sebagai Abdullah (Hamba Allah), Khalifah fil ardh (pemimpin dibumi) dan Khoiru Ummah (umat terbaik).

Pada masa dahulu ada dikalangan sohabiyah yang berhasil mendidik anak-anaknya dengan luar biasa yaitu seperti Shafiyah binti Abdul Muthalib yang mendidik Zubair bin Awwam, beliau sukses mendidik anak-anaknya menjadi pejuang tangguh, ahli perang, ahli ibadah dan orientasi hidupnya untuk akhirat. Lalu ada Asma binti Abu Bakar yang mendidik Abdullah bin Zubair yang kemudian juga sukses menghibahkan anaknya dalam perjuangan islam. 
Dua kisah Shahabiyah ini menjadi bukti bahwa peran ibu itu amat sangatlah penting dan harus dijaga fitrahnya. 

Ibu harus menjadi teladan yang baik bagi anaknya, dalam hal ini ibu juga harus siap dalam mendidik anaknya menjadi generasi pelopor perubahan sesuai tuntunan Al-qur'an dan hadis, mampu menyingkirkan Gap Generation (jurang pemisah antar generasi) serta melawan hagemoni sistem kapitalis menuju sistem islam. 

Ibu berkewajiban mengkaji Islam secara kaffah serta berdakwah yang didasari oleh kesadaran politik. Hal ini akan menjadi modal utama seorang ibu dalam menyiapkan generasi ideologis menuju peradaban Islam tangguh. 

Wallahu a'lam bishowab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak